Teknik Fotografi Levitasi

Teknik Fotografi Levitasi –  Apakah Anda sebelumnya pernah melihat foto seseorang yang melayang di udara seperti yang Anda lihat di foto di atas? Itulah yang dinamakan dengan teknik levitasi (levitasi). Untuk orang yang masih awam, bisa saja mempertimbangkan hal yang demikian itu merupakan hasil manipulasi dengan menggunakan photoshop, padahal tidak semua foto levitasi ini harus dimanipulasi melalui rekayasa photoshop.

Ada banyak sekali kreasi dari foto levitasi yang sudah banyak dilakukan oleh para fotografer di dunia, mulai dari yang biasa-biasa saja hingga yang ekstrim pun ada. Untuk foto levitasi yang ekstrim, tentu saja Anda meminta seseorang yang mau nekat untuk melakukan adegan ini, namun meminta Anda berkreasi untuk foto levitasi ini yang aman-aman saja. Saya tidak dapat membantu Anda untuk hal-hal yang beresiko. Sementara dibuka ini, semakin marak saja teknik foto levitasi yang dilakukan dengan dua kali mengambil gambar, lalu digabung dengan menggunakan photoshop. Utamanya untuk adegan atau foto levitasi yang biasanya agak ‘tidak masuk akal’ di mata pemirsa, biasanya para fotografer menggunakan cara ini.

Cara menggunakan teknik levitasi sendiri sebenarnya tidak begitu sulit, Anda hanya perlu menggunakan cara shutter speed, sebab hal ini akan dibahas dengan ‘kecepatan’. Oke, langsung saja simak dengan panduan berikut ini.

  1. Pertama, buatlah konsep dulu untuk adegan levitasi ini nanti, seperti apa adegan yang Anda inginkan. Tapi sekali lagi saya ingatkan, hindari melakukan hal-hal yang berbahaya. Anda bisa memulai dari adegan yang biasa-biasa saja atau mungkin cukup hanya dengan melompat saja.
  2. Lalu selanjutnya siapkan seseorang atau mungkin bisa teman Anda yang mau ajukan ajakan levitasi yang harus juga sesuai dengan konsep yang sudah kamu buat sebelumnya.
  3. Pilihlah waktu yang cukup cerah, antara pagi hingga sore hari. Karena di sini nanti kita akan menggunakan kecepatan rana yang sangat cepat, maka kita perlu pencahayaan yang sesuai juga tidak perlu.
  4. Ubah dulu mode eksposure (biasa juga disebut dengan mode pemotretan) pada kamera Anda dan gunakan pula mode shutter shutter priority. Pada kamera Canon, mode ini ditulis dengan simbol (Tv), sedangkan pada kamera Nikon dan kamera lain, biasanya ditulis dengan simbol (S). Cara mengatur eksposur rana prioritas ini adalah dengan mengaktifkan tombol mode-dial pada kamera.
  5. Dibuka, ubah mode ekxposure shutter priority dengan cara memutar tombol “mode-dial”.
  6. Lalu ubahlah pengaturan “Mode Drive” dan manfaatkan jenis bidikan atau pemotretan dengan nama “Pemotretan Berkelanjutan”. Sampai di sini, kita akan memulai untuk memotret cara memotret levitasi. Tapi sebelum memulai gerakan levitasi ini, berilah aba-aba ke model yang akan difoto sesuai dengan hasil nanti hasil bidikan dan loncatannya bisa serasi.
  7. Di sisi lain, saat menerapkan cara memotret levitasii, sangat diperlukan untuk teman-teman agar sebisa mungkin menajangku bayangan orang yang perlu melakukan adegan levitasi dengan meloncat tersebut. Langkah ini dilakukan membuktikan hasil fotonya nanti benar-benar dapat memberikan gambaran teknik levitas yang nyata layaknya orang yang benar-benar melayang.
  8. Terus lakukan pengulangan jika masih terjadi motion blur pada hasil foto. Namun jika berkali-kali masih tampak blur maka ubahlah settingan shutter speed dan tambah kecepatannya hingga 1 / 1000s atau bisa pula lebih dari itu.

Selain kedelapan cara memotret levitasi tersebut, hal lain yang perlu diterapkan adalah levitasi yang dilakukan sebisa mungkin dilakukan dengan halus dan rapi. Jika ingin pindah maka minta tolonglah model yang akan difoto, jangan asal pindah ke bajunya, ikut terangkat. Hal ini penting akan membuat kesan naturalnya akan hilang. Jadi sebisa mungkin kamu buat orang ini benar-benar terlihat melayang.

Leave a Comment