Harga Sony A5000 Terbaru September 2019, Review dan Spesifikasi Lengkap

Sony Alpha A5000 merupakan salah satu kamera mirrorless yang memiliki berat paling ringan dan memiliki teknologi yang sama seperti Seperti Kamera Sony A6000 yang memiliki kinerja sangat bagus. Terdapat kesamaan pada kamera Sony A6000 dan A5000 yaitu pada sensor gambar APS-C 24 MP, prosesor BionZ-X dan autofocus hybrid yang sangat mumpuni untuk mengikuti objek yang bergerak.

Kamera Sony Alpha A5000 Review Spesifikasi dan Harga Terbaru

Kamera Mirrorless Sony Alpha A5000 ini memiliki ukuran yang kecil. Tidak sedikit juga orang yang mengira kamera Sony A5100 adalah kamera compact. Selain memiliki ukuran yang sangat kecil, bobotnya juga sangat ringan yaitu 223 gram, 399 gram dengan baterai dan lensa kit 16-50mm f/3.3.5-5.6 OSS. Kamera ini dibekali dengan prosesor BIONZ® yang juga digunakan pada Sony A7, sensor crop APSC 20,1 megapixel dengan kecepatan memotret hingga 3,5 frame per detik. Dengan memiliki bobot hanya 210 gram, Sony menyebutkan bahwa Sony A5000 sebagai kamera dengan lensa bisa digonta-ganti paling ringan di dunia.

Tata letak tombol dan tuas sama seperti Sony A5000. Pada dasarnya, Sony A5100 merupakan kamera yang mengadopsi sebagian besar teknologi A6000 namun fisiknya sama seperti A5000. Hal ini lah yang membuat banyak orang menjadi salah sangka dengan mengira Sony A5100 ini merupakan penerus A5000. Namun sebenarnya A5100 merupakan pengganti Sony NEX 5T. Kamera Sony A5000 akan terus diproduksi dan dijual bersama Sony A5100 dan juga A600. Sony juga sudah meninggalkan konsep desain Kamera Sony NEX 5T. Dari segi fisiknya, terdapat banyak perbedaan antara kamera Sony A5100 dengan NEX 5T.

Beberapa perbedaan kunci adalah di Sony A5100, misalnya sudah ada flash yang terpasang di bagian atas kamera, jadi anda sudah tidak perlu memasang flash external seperti di NEX 5T. Perbedaan lainnya yang cukup signifikan adalah pada bahan kamera. NEX 5T menggunakan bahan logam magnesium alloy, sedangkan Sony A5100 menggunakan bahan plastik. Tekstur badan kamera Sony A5100 juga bervariasi tergantung pada warna yang anda pilih. Untuk wara putih sangat mulus dan titanium teksturnya halus, terkesan seperti logam. Sedangkan yang berwarna hitam lebih low profil saat foto candid ataupun street photography.

Kinerja

Kinerja/kecepatan operasi kamera khususnya autofokus sangat cepat untuk kelas kamera mirrorless pemula. Untuk startup (waktu menghidupkan sampai kamera siap untuk motret agak sedikit lambat, perlu menunggu sekitar 3-5 detik. Tapi setelah menyala dan saat memotret, kamera ini kinerjanya cepat dan hampir tidak ada waktu jedanya. Saat memotret dengan format RAW, kita perlu menunggu kurang lebih 1-2 detik untuk menampilkan hasil foto di layar LCD.

Sony mengklaim kecepatan autofokusnya 0.07 detik sedikit lebih lambat dari A6000 yang mengklaim 0.06 detik. Dalam praktisnya, sama-sama terasa sangat cepat. Hanya saja saat memotret dengan bukaan yang kecil (f/8-f/16), atau di kondisi yang sangat gelap, sistem autofokus berubah menjadi contrast detect yang jauh lebih lambat dan sering “hunting” (deteksi fokus bolak balik).

Kualitas gambar

Untuk menguji seberapa banyak data yang bisa dikumpulkan sensor gambar dan prosesor, kita harus melihat RAW imagenya, sayangnya saya belum bisa memproses RAW file karena software Lightroom v 5.6 yang biasa saya pakai belum bisa membacanya. Jadi foto-foto dibawah adalah hasil foto JPG yang belum begitu fleksibel untuk diolah/edit.

Seperti kamera Sony pada umumnya, warna-warna yang diproduksi sangat vibrant (cerah/hidup). Untuk menguji kamera ini, saya bawa kamera ini dua kali, pertama ke air terjun, kedua ke danau dan kebun teh Pangalengan, Jawa Barat. Saya mendapati untuk biru langit saturasinya lebih tinggi dari pandangan mata saya.

Di dalam ruangan dengan cahaya yang cukup terang, misalnya lampu neon di dalam kantor, ISO 3200 masih cukup bagus dan noise tidak terlalu banyak yang terlihat. Di lapangan, dalam kondisi cahaya yang gelap, seperti malam hari, kualitas dan ketajaman foto masih baik sampai ISO 1600. Kualitas gambar mulai menurun karena munculnya noise yang cukup banyak di ISO 3200-6400, baik yang bintik-bintik maupun warna (chroma noise). Detail banyak yang hilang saat mengunakan ISO 12800 dan 25600 dan noise sangat banyak.

Beberapa foto di ISO tinggi terlalu oversharpened (terlalu dipaksa tajam) sehingga muncul artifact yang bergerigi saat di zoom 100%. Yang saya cukup kagum adalah integritas warna masih cukup baik dan tidak pudar/berubah sampai dengan ISO 12800. Amannya, foto dengan ISO 1600 atau lebih rendah jika tidak terpaksa.

Sharing pengalaman memotret dengan Sony A5000

Saya membawa Sony A5000 dan beberapa lensa ke air terjun Cilember yang bertingkat 7. Biasanya kalau bawa satu set kamera, beberapa lensa dan tripod, saya sudah kecapean saat tiba di air terjun yang kedua tapi dengan A5000 yang ukuran dan bobotnya sangat kecil, saya bisa teruskan sampai air terjun keempat. Jika dibandingkan, jika saya membawa kamera DSLR beratnya kurang lebih 5 kg, tapi dengan kamera ini dan beberapa lensa, total berat bawaan saya hanya sekitar 2 kg. Dengan bawaan yang lebih ringan, saya lebih bisa menjaga stamina tanpa mengorbankan kualitas gambar.

Biasanya yang menjadi masalah kamera compact/mirrorless adalah saat bertemu cahaya matahari yang sangat terang, sulit sekali untuk melihat dengan jelas komposisi gambar di layar LCD. Di menu, saya bisa memilih “Sunny Weather” di bagian monitor brightness. Dengan sekejab layar monitornya menjadi sangat terang dan kontras. Saya jadi gak kesulitan lagi mengkomposisikan foto, dan tidak terlalu merasa kehilangan jendela bidik.

Seperti kamera mirrorless lainnya, daya tahan baterainya relatif cepat habis. Satu baterai paling-paling hanya cukup untuk 150-200 foto saja, maka itu saya selalu membawa cadangan baterai. Jika motretnya intensif, seperti untuk liputan, dokumentasi dari matahari terbit sampai malam, mungkin butuh beberapa baterai cadangan dan charger/power bank untuk jaga-jaga. Untuk charge baterai, bisa langsung dengan menghubungkan kamera via kabel ke stop kontak. Cara lain dengan mengunakan external charger, tapi sayangnya tidak termasuk dalam paket pembelian kamera.

Saya juga membawa A5100 ini ke Pangalengan, Jawa Barat dan memotret dari sebelum matahari terbit sampai tenggelam. Saat kondisi cahaya sangat minim, sulit untuk autofokus, tapi masih bisa manual fokus. Untuk manual fokus, kamera ini cukup baik, karena saat kita memutar ring fokus lensa, akan ada petunjuk jarak fokus dalam satuan meter di layar LCD yang bagi saya sangat membantu. Memang, layar LCD agak sulit terlihat karena noise (bintik-bintik) di layar juga banyak. Saat itu saya sempat merindukan jendela bidik optik DSLR. Setelah cahaya matahari mulai naik dan langit lumayan terang, autofokus A5100 ini bekerja dengan baik kembali.

Apps

Salah satu yang menyenangkan untuk dicoba-coba adalah aplikasi-aplikasi (Apps). Pada dasarnya Apps adalah aplikasi yang bisa kita hubungkan ke kamera. Setiap Apps memiliki fungsi yang berbeda-beda, misalnya Motion shoot, timelapse, light shaft, focus bracketing, smart remote. dll. Sebagian gratis, sebagian bebayar. Jumlah Apps meningkat jumlahnya dan saya menyambut positif hal ini karena dengan Apps baru, kamera kita seperti mendapat tambahan fitur baru, dan Apps juga akan sangat memudahkan kita mendapatkan hasil yang unik tanpa harus mengedit di software.

Dari sejumlah aplikasi tersebut, favorit saya adalah multiple exposure. Contoh-contoh hasil fotonya sebagai berikut.

Untuk penggemar video, ada beberapa fitur yang menarik dibandingkan dengan kamera Sony A6000 dan A5100. Kamera Sony A5100 bisa merekam secara sekaligus dua format, yaitu XAVCS dan MP4 sekaligus. Yang MP4 biasanya ukurannya kecil sehingga mudah di share, dan yang XAVCS datanya besar, enak untuk mengolah/editing. Fitur Zebra juga ada untuk memeriksa bagian highlight (yang terang).

Kelebihan dan kekurangan Sony A5000

Kelebihan Sony A5000

  • Ukuran relatif ringan dan kecil
  • Kualitas gambar bagus di kelas mirrorless dan DSLR, resolusi tinggi 24 MP.
  • Kinerja autofokus sangat cepat dan mumpuni untuk subjek bergerak
  • Layar LCD “Sunny Weather” sangat terang dan kontras
  • Lengkap dengan WiFi untuk transfer file dan remote
  • Rentang ISO untuk foto low light besar
  • Kualitas gambar di ISO tinggi (1600-3200) cukup baik terutama warnanya masih terjaga
  • Ada dua tombol yang bisa diprogram
  • Touch focus dan shutter sensitif sangat membantu
  • Layar LCD bisa diputar ke atas untuk selfie/candid
  • Built-in flash yang bouncing (diarahkan ke atas)
  • Kecepatan foto berturut-turut relatif cepat
  • Fitur untuk movie cukup lengkap: XAVCS, dual format record, Zebra

Kekurangan Sony A5000

  • Tidak ada Fn (Quick menu)
  • Bahan kamera dari plastik
  • Tenaga flash relatif lemah (GN 4)
  • Tidak ada hotshoe atau opsional connector untuk jendela bidik/flash external
  • Kapabilitas touch screen terbatas lebih ke fokus dan shutter saja.
  • Waktu startup agak lambat (3-5 detik)
  • Saat memasukkan memory card baru harus tunggu kameranya membuat database file. Ini agak lama, sekitar 4-5 detik.
  • Autofokus jadi lambat saat mengunakan bukaan kecil (f/16 misalnya).
  • External charger tidak termasuk dalam paket

Spesifikasi penting lainnya: wifi built in, layar LCD dengan resolusi 460k yang selain tilt juga bisa ditekuk ke arah depan sehingga kita bisa memotret selfie dengan mudah, flash pop up dan juga toko app dari Sony sehingga kita bisa menginstal applikasi ala smartphone. Untuk lensa, Sony A5000 bisa menggunakan jajaran lensa E mount, sekitar 20 lensa tersedia untuk kamera ini, belum termasuk beberapa lensa premium buatan Carl-Zeiss.

Lain-lain

Prosesor gambar Bionz X mempunyai kemampuan memproduksi detail, dapat mengurangi noise pada area spesifik, menggunakan teknologi defraksi untuk bisa menghasilkan tekstur warna yang halus, dan juga mereduksi noise yang berlebihan pada hasil jepretan.

Adanya Wi-Fi on-board akan memberikan kemudahan kepada pengguna sebuah koneksi dengan smartphone Sony Xperia atau smartphone Android lain yang sudah mendukung NFC. Hanya dengan satu sentuhan dapat mengaktifkan Smart Remote Control yang menghubungkan kamera dengan smartphone atau tablet untuk melihat hasil jepretan atau menggunakannya sebagai remote shutter. Sementara untuk perangkat yang tidak mendukung NFC one touch, pengguna masih bisa mentransfer gambar foto ataupun video secara nirkabbel melalui aplikasi Sony PlayMemories Mobile yang sudah tersedia iOS dan Android.

 

Spesifikasi Kamera Sony Alpha A5000

Body type
Body type Rangefinder-style mirrorless
Body material Composite
Sensor
Max resolution 5456 x 3632
Other resolutions 5456 x 3064, 3872 x 2576, 3872 x 2176, 2736 x 1824, 2736 x 1536
Image ratio w:h 02:16,2
Effective pixels 20 megapixels
Sensor photo detectors 20 megapixels
Sensor size APS-C (23.2 x 15.4 mm)
Sensor type CMOS
Processor Bionz X
Color space sRGB, AdobeRGB
Color filter array Primary color filter
Image
ISO Auto, 100 – 16000
White balance presets 9
Custom white balance Yes
Image stabilization No
Uncompressed format RAW
JPEG quality levels Fine, standard
File format JPEG (DCF v2.0, EXIF v2.3)
RAW (ARW)
Image parameters Contrast
Saturation
Sharpness
Optics & Focus
Autofocus Contrast Detect (sensor)
Multi-area
Center
Selective single-point
Tracking
Single
Continuous
Face Detection
Live View
Autofocus assist lamp Yes
Digital zoom Yes (2X)
Manual focus Yes
Number of focus points 25
Lens mount Sony E
Focal length multiplier 1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD Tilting
Screen size 3″
Screen dots 460,8
Touch screen No
Screen type TFT LCD with 180 upward tilt
Live view Yes
Viewfinder type None
Photography features
Minimum shutter speed 30 sec
Maximum shutter speed 1/4000 sec
Exposure modes iAuto
Superior Auto
Program
Aperture priority
Shutter priority
Manual
Scene selection
Sweep Panorama
Movie
Scene modes Portrait, Landscape, Macro, Sports Action, Sunset, Night Portrait, Night Scene, Hand-held Twilight, Anti Motion Blur
Built-in flash Yes
Flash range 4.00 m (at ISO 100)
External flash No
Flash modes Flash off, Autoflash, Fill-flash, Rear Sync., Slow Sync., Red-eye reduction
Flash X sync speed 1/160 sec
Drive modes Single
Continuous
Speed priority continuous
Self-timer
Bracketing
Continuous drive 4 fps
Self-timer Yes (2 or 10 secs, custom)
Metering modes Multi
Center-weighted
Spot
Exposure compensation ±3 (at 1/3 EV steps)
AE Bracketing ±3 (3 frames at 1/3 EV, 2/3 EV, 1 EV, 2 EV steps)
WB Bracketing Yes (3-shot)
Videography features
Resolutions 1920 x 1080 (60i/24p), 1440 x 1080 (25 fps), 640 x 480 (25 fps)
Format MPEG-4, AVCHD
Microphone Stereo
Speaker None
Storage
Storage types SD/SDHC/SDXC/Memory Stick Pro Duo
Connectivity
USB USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI Yes (micro HDMI)
Wireless Built-In
Wireless notes 802.11 b/g/n with NFC
Remote control Yes (via smartphone)
Physical
Environmentally sealed No
Battery Battery Pack
Battery description NP-FW50 lithium-ion battery and USB charger
Battery Life (CIPA) 420
Weight (inc. batteries) 269 g (0.59 lb / 9.49 oz)
Dimensions 110 x 63 x 36 mm (4.33 x 2.48 x 1.42″)
Other features
Orientation sensor Yes
Timelapse recording Yes (requires downloadable app)
GPS None

Harga Kamera Sony Alpha A5000

Harga kamera Sony A5000 akan dibanderol di harga sekitar USD 600 ( dengan lensa kit 16-50mm) dengan pilihan warna hitam, putih dan perak. Secara internasional, Sony A5000 mulai dirilis pada akhir Maret.

Leave a Comment